SERTIFIKASI
BUKAN HAK SEMUA GURU, MELAINKAN....
Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabbarakatuh
Selamat Pagi
Berita seputar permasalahan program sertifikasi
guru kembali kami perbaharui dan kami bagikan secara terupdate kepada seluruh
rekan pengunjung khususnya rekan-rekan guru yang tersebar diseluruh satuan
pendidikan di tanah air.
Sertifikasi menjadi incaran guru. Pemasukan
berlipat menjadi salah satu pemicunya. Namun, tak semua tenaga pendidik bisa
merasakannya.
Di Bontang, lebih dari
separuh guru sudah tersertifikasi. Dari 2.577 guru, sekitar 1.428 di antaranya
sudah bersertifikat. Tahun ini, ada 219 guru yang mendaftar Pendidikan dan
Latihan Profesi Guru (PLPG).
Kepala Dinas Pendidikan
(Disdik) Bontang Dasuki mengatakan, PLPG tak dipungut biaya. Berbeda
dengan Pendidikan Profesi Guru (PPG), para pesertanya harus membayar Rp 15
juta. “Tapi sudah diralat. Jalur mandiri (PPG) ditiadakan dulu hingga 2019,”
katanya, beberapa waktu lalu.
Peserta PPG, jelas dia, merupakan guru yang diangkat per Januari
2016. Pada 2019, mereka pun tidak serta-merta bisa mengikuti sertifikasi. “Bisa
ikut asal kuota PLPG kosong,” tuturnya.
Menurut dia, sulit menentukan kapan seluruh guru di Bontang ikut
sertifikasi dengan adanya kuota di setiap kota. “Kalau ditanya kapan targetnya,
saya tidak bisa memastikan,” terangnya.
Di sisi lain, Dasuki juga meminta guru agar memahami sertifikasi
bukan hak, melainkan apresiasi dari pemerintah. “Penghargaan bagi guru yang
sudah menjalankan tugasnya dan memenuhi persyaratan,” tegasnya.
Terkait tunjangan profesi guru (TPG), sebut Dasuki, sudah
diproses Disdik Bontang. Hal itu rutin dilakukan setiap triwulan. “Kalau per
bulan tak bisa. Karena jumlah guru yang menerima fleksibel atau ada perubahan,”
jelasnya.
(Sumber : prokal.co)
Demikian berita seputar program sertifikasi guru yang dapat kami
bagikan semoga bermanfaat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar