Peluang Usaha Kuliner Rumahan dengan Modal Rp 5 Juta
Saja
Liputan6.com,
Jakarta - Memulai sebuah usaha yang menguntungkan ternyata tidak
selalu bermodal besar. Menjalankan sebuah usaha juga bisa maksimal hanya denganbudget sekitar Rp 5 jutaan saja.
Hal tersebut bisa terjadi karena pemilik usaha juga harus bisa
memperhitungkan modal awal usaha mereka seminimal mungkin dengan keuntungan
yang sebesar-besarnya. Modal tersebut ternyata tidak hanya untuk modal usaha,
tapi juga untuk kegiatan promosinya.
Salah satu jenis usaha yang bisa dijalankan dengan modal sebesar
itu adalah usaha kuliner rumahan. Beberapa usaha kuliner rumahan berikut ini layak
untuk Anda jalankan seperti dikutip dari Cermati.com:
1.
Usaha Katering Rumahan
Usaha katering sepertinya menjadi usaha yang tidak pernah sepi
peminatnya. Beberapa kegiatan besar seperti rapat kantor, acara khitanan,
biasanya membutuhkan jasa katering. Bagi anda yang merasa ini peluang usaha
yang bagus, berikut ini adalah estimasi perhitungan keuntungan dari usaha
katering rumahan ini:
Katakanlah 1 porsinya adalah Rp 15 ribu pelanggan kita bisa
mendapatkan nasi putih, sayur capcay, ayam goreng kremes, bakmi goreng, sambal,
kerupuk dan juga Buah.
Untuk acara khusus, rupanya pesanan dibuat untuk 100 orang, dan
harga jual per porsinya adalah Rp 20 ribu, untuk desert-nya disajikan
kue-kue pasar sebanyak 3 tampah, harga per tampahnya Rp 200 ribu.
BACA JUGA :
|
Beberapa
Penyebab Selalu Gagal dalam Hidup
http://cbtoni1961.blogspot.co.id/2016/08/beberapa-penyebab-selalu-gagal-dalam.html
|
Beberapa Hal Vital Yang Perlu
Diperhatikan Saat Melamar Pekerjaan
http://cbtoni1961.blogspot.co.id/2016/08/beberapa-hal-vital-yang-perlu.html
|
|
Yang
Bikin Anda Sulit Sukses
http://cbtoni1961.blogspot.co.id/2016/08/yang-bikin-anda-sulit-sukses.html
|
Maka
total pemasukan yang bisa didapat:
100 x Rp 20 ribu = Rp 2 juta
3 x Rp 200 juta = Rp 600.000
Total pemasukan = Rp 2,6 juta
100 x Rp 20 ribu = Rp 2 juta
3 x Rp 200 juta = Rp 600.000
Total pemasukan = Rp 2,6 juta
Sementara pengeluarannya Rp 15 ribu per porsi dan mengambil
keuntungan Rp 30 ribu per tampah dari kue pasar, maka laba yang bisa didapat:
Rp 2,6 juta – (Rp 15 ribu x 100)+ (Rp 600 ribu – Rp 30 ribu x 3)
Rp 2,6 juta- Rp 2,01 juta
Rp 2,6 juta – (Rp 15 ribu x 100)+ (Rp 600 ribu – Rp 30 ribu x 3)
Rp 2,6 juta- Rp 2,01 juta
Labanya Rp 590
ribu
2.
Usaha Membuat Bento Box
Istilah Bento ini berasal dari bahasa Jepang yang artinya bekal
makanan. Di Jepang mungkin setiap orang sudah terbiasa membawa bekal dari rumah
sebelum pergi beraktifitas. Dari segi usaha, usaha bento mungkin mirip dengan
katering, hanya target pasarnya bukan acara-acara besar seperti katering, namun
lebih ke individu itu sendiri.
Misalnya, kita akan menjual Bento Box untuk anak-anak, Ini
merupakan tantangan tersendiri, karena menjual bento untuk anak, memerlukan
sesuatu yang unik dan menarik agar anak tidak merasa bosan. Berbeda dengan
bento untuk karyawan, mungkin yang lebih diutamakanya adalah menu bentonya itu
sendiri.
Bento Box untuk anak biasanya berisi nasi, sayur, lauk, kerupuk
dan buah. Harga satu set bento box Rp 15 ribu. Anda bisa menjualnya dengan
harga Rp 25 ribu. Ambil laba minimal Rp 10 ribu.
Usaha bento box ini bisa berlangsung lama, asalkan menampilkan
menu makanan yang berbeda-beda paling tidak setiap minggunya, serta tetap
menjaga kualitas masakan serta kebersihanya.
3.
Usaha Makanan Olahan
Makanan olahan juga salah satu makanan yang selalu dicari
oleh sebagian orang, terutama orang Indonesia. Ada berbagai macam makanan
olahan yang bisa dijadikan cemilan sehari-hari yang rasanya enak.
Beberapa contoh makanan olahan yang cukup populer adalah keripik singkong,
keripik buah, kue tradisional, roti dan kue kering.
Misalnya anda memilih untuk membuat keripik singkong, dengan
bahan baku 5 kilogram (kg) singkong dengan harga Rp 15 ribu dan per kilo nya
seharga Rp 3.000. Setelah diolah, ternyata menghasilkan 8 plastik keripik dalam
kemasan 1 kilogram. Katakanlah harga jualnya Rp 10 ribu, maka keuntungan yang
diperoleh:
Harga jual per kemasan Rp 10 ribux8 = Rp 80 ribu
Biaya bahan baku = Rp 15 ribu
Keuntungan = Rp 65 ribu
Biaya bahan baku = Rp 15 ribu
Keuntungan = Rp 65 ribu
(Ndw/Ahm)
Semoga Bermanfaat
BACA JUGA :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar